Sebanyak 91% pengguna internet menginginkan pengalaman digital yang lebih baik, sehingga brand dituntut untuk terus meningkatkan cara mereka dalam menarik dan mempertahankan pengguna. Bahkan, tingkat kepuasan digital yang mencapai 99% terbukti mampu membuat pengguna menghabiskan waktu hingga 6,5 kali lebih lama secara online. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman digital kini menjadi faktor krusial dalam strategi bisnis.
Di era saat ini, internet telah menjadi sumber utama informasi, dengan rata-rata pengguna menghabiskan hingga tujuh jam setiap hari di dunia digital. Mulai dari menjelajahi media sosial hingga mencari informasi tentang suatu brand, ekspektasi pengguna terhadap kualitas pengalaman digital terus meningkat.
Menurut Jeff Nordstedt, Director of User Experience di eDesign Interactive, keputusan pengguna sering kali terjadi dalam hitungan detik. Oleh karena itu, desain berperan sebagai representasi kepercayaan. Jika tampilan terlalu rumit atau membingungkan, peluang untuk mempertahankan pengguna bisa hilang seketika.
eDesign Interactive sendiri merupakan agensi yang berfokus pada pengembangan pengalaman digital, membantu brand mengubah tantangan kompleks menjadi solusi yang intuitif dan efektif. Keahlian mereka juga telah diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk delapan penghargaan dalam ajang Jersey Awards ke-57.
Namun, pengalaman digital yang buruk masih menjadi masalah besar. Data menunjukkan bahwa 91% pengguna pernah mengalami kendala layanan digital dalam satu tahun terakhir. Dampaknya cukup signifikan, di mana peningkatan kecil dalam pengalaman negatif dapat menurunkan waktu interaksi pengguna hingga 42%.
Selain itu, konsekuensi dari pengalaman yang buruk juga sangat nyata:
Sebaliknya, brand yang mampu memberikan pengalaman digital yang optimal akan mendapatkan keuntungan besar, termasuk peningkatan durasi interaksi pengguna secara signifikan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ada beberapa strategi utama yang perlu diperhatikan:
Pertama, performa harus menjadi prioritas utama. Kecepatan akses dan efisiensi teknis menjadi fondasi penting, termasuk penerapan desain mobile-first dan optimasi berbasis Core Web Vitals. Penggunaan teknologi seperti kompresi gambar, hosting berbasis cloud, serta desain yang ringan dapat meningkatkan performa secara keseluruhan.
Kedua, personalisasi menjadi kunci dalam setiap interaksi. Pengguna mengharapkan pengalaman yang relevan dan sesuai dengan preferensi mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui konten yang disesuaikan, penawaran yang tepat waktu, hingga navigasi yang adaptif.
Ketiga, penggunaan animasi perlu dilakukan secara bijak. Animasi yang tepat dapat membantu memperjelas alur navigasi dan meningkatkan kenyamanan pengguna, namun penggunaan berlebihan justru dapat mengganggu pengalaman.
Keempat, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian penting dalam proses desain. AI dapat membantu dalam pembuatan wireframe, optimasi desain, hingga otomatisasi berbagai proses seperti pembuatan konten dan pengelolaan website.
Ke depan, kesuksesan brand akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka dalam menghadirkan pengalaman digital yang konsisten, relevan, dan terus berkembang. Pengalaman pengguna bukan lagi sekadar aspek desain, melainkan menjadi bagian dari hubungan jangka panjang antara brand dan penggunanya.
Di tengah meningkatnya ekspektasi pengguna terhadap pengalaman digital, kebutuhan akan profesional di bidang User Experience (UX) semakin krusial. Peran UX Designer tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi juga bagaimana menciptakan interaksi yang intuitif, efisien, dan mampu membangun kepercayaan pengguna sejak detik pertama. Untuk menjawab tantangan tersebut, mengikuti sertifikasi skema UX Designer di Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Rekayasa dan Informatika menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing di industri digital. Sertifikasi ini dirancang sesuai standar industri, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengembangan produk digital yang berorientasi pada kebutuhan pengguna dan tren teknologi terkini seperti personalisasi serta integrasi AI.
[1] R. de Smidt, “91% of users demand better UX: What your brand must do in 2026,” DesignRush, Dec. 17, 2025. [Online]. Available: https://news.designrush.com/2026-web-design-trends-better-user-experience